Diduga, BPJN Maluku "Pencuri“ Miliaran Rupiah di Pembangunan Jembatan Waiparang
AMBON, TNN Balai Pelaksanaan Jalan Nasional ( BPJN ) Wilayah Maluku, Kementerian Pekerjaan Umum ( PU ) RI, diduga “ pencuri “ uang negara miliaran rupiah di pembangunan jembatan waiparang jalan trans seram Desa Waisarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat ( SBB ), Provinsi Maluku.
Pasalnya, jembatan waiparang yang dibangun sejak 11 September 2025 lalu untuk memperbaiki jembatan beton lama pada saluran air di ruas jalan trans seram Waisarisa tersebut, tidak selesai pada tahun anggaran 2025.
Kuat dugaan pekerjaan tersebut sengaja dijadikan bisnis antara BPJN Maluku bersama kontraktor pelaksana PT. Patrick Pratama untuk mengambil uang puluhan miliar tersebut dengan cara mengulur waktu pelaksanaan pembangunan jembatan terkait konstruksi dan anggaran puluhan miliaran rupiah dimaksud.
Apabila dibuat kajian teknis konstruksi secara baik dan jujur oleh BPJN, Kementerian PU, RI tidak menelan anggaran sebesar Rp 14, 9 miliar rupiah, sebab sudah ada jembatan beton lama untuk direnovasi atau bangun baru, dan tidak ada air banjir besar yang membahayakan ruas jalan trans seram pada jembatan tersebut.
Pembangunan jembatan rangka baja di pegunungan gunung parang jalan trans seram Waisarisa , tidak ada air yang mengalir dengan menelan anggaran 14, 9 miliar oleh BPJN Maluku, tampaknya baru pertama kali terjadi di bagian timur Indonesia.
Karena bangunan jembatan rangka baja sengaja dibuat oleh BPJN Maluku dengan konsultan perencanaan dan kontraktor pelaksana, kuat dugaan terjadi korupsi uang negara miliaran rupiah melalui pekerjaan proyek pembangunan jembatan tersebut.
Fenomena ini, sesungguhnya tidak boleh terjadi dalam perencanaan konstruksi dan anggaran pembangunan jembatan waiparang pada ruas jalan trans seram Waisarisa, sebab dapat merugikan keuangan negara puluhan miliar rupiah.
Satuan kerja (Satker) Seram I Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Maluku, Kementerian Pekerjaan Umum ( PU ) RI, Direktorat Jenderal Bina Marga dan konstruksi, ketika dikonfirmasi Timur Nusantara melalui Subag Humas BPJN Maluku, Astrid Alfons melalui telepon seluler mengatakan bahwa, Satker Seram I BPJN akan memberi penjelasan terkait pembangunan jembatan waiparang dengan konstruksi rangka baja tersebut
“Pak wartawan tunggu sebentar yah, Satker akan berikan penjelasan terkait pembangunan jembatan waiparang di pegunungan jalan trans seram Waisarisa tersebut,” Ucap Alfons kepada Timur Nusantara melalui telepon seluler di Ambon, (27/8/2026).
Sampai berita ini dipublikasikan, tidak ada penjelasan dari Satker Seram I BPJN Maluku, terkait pembangunan jembatan waiparang di pegunungan jalan trans seram Waisarisa dengan menggunakan konstruksi rangka baja tersebut. (TNN)