NasDem Maluku Konsolidasi hingga Desa, Dorong Program Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Ambon, TNN – Kepengurusan baru Partai NasDem Provinsi Maluku mulai menyiapkan sejumlah agenda untuk memperkuat organisasi sekaligus mendorong program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam pelantikan pengurus DPW Partai NasDem Maluku, Garnita Malahayati, serta Petani dan Nelayan NasDem Maluku yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja (Raker) II di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.
Ketua DPW Partai NasDem Maluku, Abdulah Vanath, mengatakan konsolidasi organisasi menjadi salah satu fokus kepengurusan yang dipimpinnya. Konsolidasi tersebut tidak hanya dilakukan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, tetapi diarahkan hingga kecamatan dan desa.
Menurut Vanath, pemilihan Desa Liang sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna tersendiri. Kegiatan partai, kata dia, diharapkan tidak hanya berlangsung di pusat kota, tetapi dapat memberikan ruang dan manfaat ekonomi bagi masyarakat di lokasi pelaksanaan.
Vanath mencontohkan aktivitas ribuan peserta selama kegiatan dapat menciptakan perputaran ekonomi bagi pelaku usaha setempat.
Ia bahkan meminta 41 anggota DPRD dari Partai NasDem di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk membelanjakan kebutuhan mereka dari masyarakat setempat dengan nilai minimal Rp1 juta per orang.
Selain itu, panitia diarahkan menggunakan produk pangan dan konsumsi yang berasal dari masyarakat Desa Liang dan wilayah sekitarnya.
“Makna pentingnya mendekatkan Partai NasDem dengan rakyat di Maluku adalah agar masyarakat merasakan dampak dari kehadiran partai di tengah-tengah mereka,” kata Vanath.
Struktur Partai Diperkuat hingga Tingkat Desa
Vanath menyebut Partai NasDem Maluku saat ini memiliki 41 anggota legislatif di DPRD Provinsi Maluku serta DPRD 11 kabupaten/kota.
Ia mengapresiasi kepengurusan sebelumnya yang dinilai telah meletakkan dasar bagi perkembangan organisasi hingga mencapai posisi kedua di tingkat Provinsi Maluku pada Pemilu 2024.
Kepengurusan baru, lanjutnya, akan melanjutkan konsolidasi tersebut melalui pelantikan kepengurusan DPD di 11 kabupaten/kota.
Penguatan struktur hingga tingkat kecamatan dan desa menjadi bagian dari agenda tersebut.
“Komitmen kita adalah menjayakan Partai NasDem di Provinsi Maluku melalui kader-kader terbaik yang sudah terlatih dan terdidik,” ujarnya.
1.000 Polybag Cabai Disiapkan
Selain konsolidasi, program pemberdayaan masyarakat menjadi agenda lain yang disiapkan NasDem Maluku.
Melalui Garnita Malahayati, Vanath menyampaikan rencana penanaman 1.000 polybag cabai. Tanaman tersebut nantinya akan dirawat hingga memasuki masa produksi sebelum dibagikan kepada masyarakat.
Pemilihan cabai berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga sekaligus komoditas yang turut memengaruhi pergerakan harga pangan.
Program itu nantinya akan dikembangkan dengan komoditas lain, termasuk terong.
Vanath berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi organisasi dalam mendukung ketahanan pangan dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
Petani NasDem Dorong Pengembangan Lahan
Program pertanian juga menjadi perhatian organisasi Petani dan Nelayan NasDem Maluku.
Vanath menyampaikan rencana agar kepengurusan partai memiliki lahan yang dapat dikelola secara produktif.
Dalam target yang disampaikan, DPW Petani NasDem Maluku diarahkan menyiapkan lahan sekitar 20 hektare. Sementara DPD Partai NasDem di 11 kabupaten/kota masing-masing ditargetkan memiliki lahan sekitar 10 hektare.
Selain pertanian, pengembangan komoditas lokal juga menjadi perhatian. Salah satunya rencana produksi gula aren yang akan dimulai dari Pulau Seram.
Menurut Vanath, pemanfaatan potensi lokal tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.
DPP Ingatkan Pentingnya Soliditas
Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Saan Mustopa, dalam kesempatan yang sama meminta jajaran NasDem Maluku memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, partai politik, dan berbagai elemen masyarakat.
Ia menilai persoalan sosial-ekonomi, termasuk kemiskinan, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak sehingga pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu kelompok.
Saan juga menyinggung capaian NasDem Maluku pada Pemilu 2024. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal organisasi yang perlu dipertahankan melalui konsolidasi dan kerja kader.
Menjelang Pemilu 2029, Saan meminta seluruh jajaran menjaga soliditas, loyalitas, dan militansi organisasi.
Ia juga menyinggung posisi kursi DPR RI dari daerah pemilihan Maluku yang tidak berhasil dipertahankan NasDem pada Pemilu 2024 sebagai salah satu agenda yang perlu menjadi perhatian kepengurusan berikutnya.
“Tidak ada keberhasilan tanpa soliditas yang kuat di antara kita semua,” kata Saan.
Ia berharap konsolidasi organisasi NasDem Maluku berjalan seiring dengan pelaksanaan program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, terutama pada sektor pangan, energi, dan air.
Dengan agenda tersebut, kepengurusan baru DPW NasDem Maluku di bawah Abdulah Vanath mulai menempatkan konsolidasi organisasi dan program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda politik dan pembangunan di daerah. (TNN)