Proyek MILH Mengalami Kemajuan, Lailossa: Pembiayaannya Didukung Oleh World Bank
AMBON, TNN - Upaya pemerintah Provinsi Maluku untuk membangun pelabuhan perikanan dan logistik standar internasional di kawasan timur Indonesia di Provinsi Maluku, telah mengalami kemajuan yang nyata, bahkan mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui kerja Sama Bappenas dengan world bank atau bank dunia.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku, Dr. Anton A. Lailossa, M.Si kepada timurnusantaranews di ruang kerjanya, Rabu ( 26/8/2026 ).
Lailossa menjelaskan, proyek Maluku Integrated Logistic Hub ( MILH ) telah mengalami kemajuan yang luar biasa, karena pemerintah pusat melalui Bappenas telah menyampaikan surat kepada world bank (bank dunia )untuk didahulukan melakukan feasibilitystady atau study kelayakan.
Selain itu, kata Lailossa, rujukan surat tersebut segera membuat dan mewujudkan pembiayaannya agar dilakukan pada tahun 2027 mendatang, dan menjamin proyek tersebut masuk dalam daftar blue book atau daftar pinjaman republik Indonesia terhadap pinjaman luar negeri.
“ Rencananya kalau feasibilitystady atau study kelayakan yang dilakukan awal rampung, maka akan dilakukan groundbreaking peletakan batu pertama pembangunan pelabuhan logistik standar internasional tersebut pada tahun 2027 mendatang,” Ujarnya.
Itu berarti, lanjutnya, terdapat kemajuan yang luar biasa pada pembangunan proyek MILH tersebut.
Dalam proses tersebut, kata Lailossa tentu mengalami tantangan kedepan , tantangan itu merupakan hal biasa, dan yakin sungguh bahwa dibalik tantangan pasti mengalami kemajuan yang luar biasa.
Proyek MILH bukan lagi merupakan isu, tapi sudah menjadi program perencanaan nasional, dan kemudian dibahas secara khusus untuk ada lembaga yang menjadi pembiayaan kelanjutan proyek tersebut.
Lailossa mengakui bahwa, kalau proses ini sudah didahulukan , maka kita sudah berada pada tahap lanjutan yang jauh lebih maju.
“ Perubahan nama proyek MIP menjadi MILH, bukan dilakukan oleh pemerintah Provinsi Maluku, tapi melalui world bank , Bapenas dan pemerintah pusat melalui diskusi, maka yang tepat adalah perubahan logistik,” katanya.
Perubahan nama , lanjutnya, bukan berarti proyek kemungkinan tidak proses lanjut, namun isu itu tidak benar karena proyek tersebut sudah masuk dalam pembahasan khusus secara nasional.
“ Kalau ada isu bahwa proyek MILH kemungkinan mandek karena adanya berubahan nama proyek tersebut, itu isu yang tidak benar,” tegasnya.
Lailossa menekankan bahwa, kalau tidak ada kemajuan kenapa ada perubahan nama proyek tersebut di tingkat pusat, itu artinya isu isu yang disampaikan itu tidak benar alias hoaks
Disinggung tentang lokasi yang dipusatkan pada pembangunan MILH, Ia menjelaskan lokasi ditetapkan oleh world bank melalui feasibilitystudy atau study kelayakan
“ Bank Dunia menetapkan lokasi di Pulau Ambon, karena tempat strategi mudah terjangkau dan prasarana pendukung mudah dan tersedia,” katanya.
Ditanya tentang sigap Bappeda Provinsi Maluku terhadap proyek MILH , Lailossa memaparkan, adanya Projeck Manajemen Opice ( PMO) yang ketuannya Pak Lino, Bappeda ada di dalamnya untuk membantu proses perencanaan, menjembatani kebutuhan yang diperlukan oleh pemerintah pusat maupun world bank .
Lailossa mengakui bahwa, Gubernur Maluku tidak segampang menyampaikan sesuatu yang sifatnya menggebu gebu, Pak Gubernur selalu kerja keras , dan melakukan terobosan ke pusat sampai tingkat internasional
“ Itulah kinerja Gubernur Maluku bekerja dengan bukti dan berjuang tanpa mengenal lelah untuk kesejahteraan masyarakat di Provinsi Maluku,” kilahnya. (TNN)