Rapor Pendidikan Jadi Dasar Pemkot Ambon Tingkatkan Mutu Pendidikan

Author

Timur Nusantara News

Rapor Pendidikan Jadi Dasar Pemkot Ambon Tingkatkan Mutu Pendidikan

AMBON, TNN – Pemerintah Kota Ambon menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan. Pendidikan dinilai menjadi salah satu sektor strategis yang harus terus mendapat perhatian, baik dari sisi anggaran, kesejahteraan guru maupun perbaikan sistem pendidikan.

Pemerintah menilai peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan asumsi. Setiap kebijakan dan program harus didukung data yang akurat agar persoalan pendidikan dapat diidentifikasi, dievaluasi, dan ditangani secara tepat.

“Kalau kita ingin meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, kita tidak bisa berdasarkan asumsi. Kita mesti memiliki data yang akurat,” demikian disampaikan dalam arahannya kepada para kepala satuan pendidikan jenjang SD dan SMP di Kota Ambon.

Menurutnya, data tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah dan satuan pendidikan untuk mengetahui persoalan yang terjadi sekaligus menentukan langkah perbaikan.

Salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan adalah Rapor Pendidikan. Rapor Pendidikan tidak boleh hanya dipandang sebagai kumpulan angka atau hasil penilaian, tetapi harus digunakan sebagai alat untuk memperbaiki berbagai indikator pendidikan yang masih rendah.

“Rapor Pendidikan bukan sekadar angka atau tampilan hasil penilaian. Tetapi harus kita manfaatkan sebagai alat untuk memperbaiki dan meningkatkan berbagai indikator yang masih kurang,” ujarnya.

Ia meminta kepala satuan pendidikan untuk memahami secara mendalam persoalan yang tergambar dalam Rapor Pendidikan, termasuk melihat akar masalah dari setiap indikator yang belum mencapai target.

Capaian Standar Pelayanan Minimal Meningkat

Dalam arahannya, disampaikan pula perkembangan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di Kota Ambon dalam beberapa tahun terakhir.

Capaian tersebut disebut mengalami peningkatan dari sekitar 60,5 persen menjadi 71,73 persen, kemudian meningkat lagi menjadi sekitar 75,1 persen. Pada 2025, capaian masih berada di kisaran 75 persen.

Meski menunjukkan tren peningkatan, pemerintah menilai masih terdapat berbagai persoalan yang perlu ditangani agar capaian tersebut terus membaik.

Karena itu, kepala sekolah diminta tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga mencermati indikator yang masih berada pada kategori merah maupun kuning dalam Rapor Pendidikan.

Menurutnya, indikator berwarna merah menunjukkan persoalan yang harus segera mendapatkan perhatian dan intervensi. Sementara indikator yang sudah hijau harus tetap dipertahankan agar tidak kembali mengalami penurunan.

Dana BOS Harus Mendukung Perbaikan Mutu

Pemerintah juga mengingatkan agar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diarahkan untuk mendukung program yang benar-benar berkaitan dengan kebutuhan dan persoalan pendidikan di masing-masing satuan pendidikan.

Program yang dibuat sekolah diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan administratif atau seremonial, tetapi harus memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

“Program itu mesti berdampak. Karena itu, dana BOS harus digunakan untuk program yang menjawab persoalan yang ada,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan kepala satuan pendidikan bahwa mempertahankan capaian indikator yang sudah baik bukan perkara mudah. Sekolah yang telah mencapai kategori hijau harus terus melakukan evaluasi agar capaian tersebut tidak kembali turun menjadi kuning atau merah.

“Yang sudah hijau harus dipertahankan. Mempertahankan itu lebih susah daripada merebut,” katanya.

Pendidikan Harus Berbasis Data

Pemerintah Kota Ambon berharap pemanfaatan Rapor Pendidikan dapat mendorong sekolah melakukan perencanaan berbasis data. Dengan demikian, setiap program yang disusun memiliki keterkaitan langsung dengan persoalan yang dihadapi masing-masing satuan pendidikan.

Pendekatan berbasis data juga dinilai penting untuk memastikan anggaran pendidikan digunakan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik, guru serta peningkatan mutu sekolah.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas, yang pada akhirnya diharapkan berkontribusi terhadap kemajuan daerah, bangsa dan negara. (TNN)