Sampah Plastik Disulap Jadi Dana Persidangan, Panitia Jemaat ke-33 GPM Sion Kumpulkan 250 Kg

Author

Timur Nusantara News

Sampah Plastik Disulap Jadi Dana Persidangan, Panitia Jemaat ke-33 GPM Sion Kumpulkan 250 Kg

AMBON, TNN  — Ada cara berbeda yang dilakukan Panitia Persidangan Jemaat ke-33 Gereja Protestan Maluku (GPM) Sion dalam menggalang dukungan pembiayaan kegiatan. Bukan hanya mengandalkan sumbangan, panitia mengubah sampah plastik menjadi sumber dana.

Melalui aksi pengumpulan dan penjualan sampah plastik, panitia berhasil mengumpulkan sebanyak 250 kilogram sampah plastik. Kegiatan tersebut berlangsung di Sektor Genezaret selaku sektor pelaksana dan mendapat respons positif dari warga jemaat.

Bagi panitia, kegiatan ini memiliki dua tujuan sekaligus. Selain membantu menghimpun dana untuk menyukseskan Persidangan Jemaat ke-33, aksi tersebut juga menjadi upaya membangun kesadaran warga jemaat agar mulai memilah sampah rumah tangga sejak dari sumbernya.

“Melalui aksi jual sampah plastik ini, kami berharap anggota jemaat semakin sadar akan pentingnya pemilahan sampah di sumbernya dan manfaatnya bagi lingkungan serta perekonomian keluarga,” ujar panitia.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries Gaspersz. Ia mengapresiasi kehadiran dan keterlibatan para panitia serta warga jemaat yang ikut mengambil bagian dalam aksi pengelolaan sampah tersebut.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat, termasuk komunitas keagamaan dan panitia kegiatan gerejawi, sangat penting dalam mendorong kesadaran bersama tentang kebersihan dan pengelolaan sampah di Kota Ambon.

Kehadiran para panitia dalam aksi tersebut dinilai menunjukkan bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Aksi pengumpulan sampah plastik ini juga menjadi momentum untuk membiasakan warga memilah sampah rumah tangga. Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai, khususnya plastik, dikumpulkan dan dipisahkan sehingga dapat dijual kembali.

Dengan terkumpulnya 250 kilogram sampah plastik, kegiatan ini menunjukkan bahwa gerakan sederhana di lingkungan jemaat dapat memberikan manfaat ganda: lingkungan menjadi lebih bersih dan sampah memiliki nilai ekonomi.

Selain panitia, kegiatan melibatkan warga jemaat GPM Sion dan relawan lingkungan setempat. Partisipasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penggalangan dana untuk persidangan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Panitia pun berharap aksi serupa dapat dilakukan secara rutin. Program tersebut dapat dikembangkan melalui pengumpulan sampah berkala, pelatihan pemilahan sampah, hingga kerja sama dengan pengepul lokal dan pihak yang bergerak di bidang daur ulang.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran warga jemaat bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan dari lingkungan terkecil dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun ekonomi keluarga.

Dari sampah untuk persidangan, dari kepedulian untuk lingkungan. Aksi 250 kilogram sampah plastik GPM Sion menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan semangat kebersamaan dalam mendukung kegiatan gerejawi. (TNN)