Terbongkar, Dugaan “ Pencurian “ Uang Negara di Pembangunan Jembatan Waiparang, Abdul dan Petrick Bohongi Kementerian PU

Author

Timur Nusantara News

Terbongkar, Dugaan  “ Pencurian “ Uang Negara di Pembangunan Jembatan Waiparang,  Abdul  dan  Petrick  Bohongi Kementerian PU

AMBON, TNN -  Dugaan  “ Pencurian  “ uang negara  miliaran rupiah pada pembangunan  jembatan waiparang   oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional  ( BPJN ) Maluku,  Kementerian  Pekerjaan Umum  ( PU)  RI  semakin terang

 

Hal   itu  terungkap  ketika  Satker wilayah I   BPJN Maluku, Abdul   H.  Payapo dan Kontraktor pelaksana, Patrik Tanuwijaya rame rame buka suara  membohongi  Kementerian  PU  dan masyarakat  di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku

 

Penjelasan  Abdul  Payapo  menanggapi pemberitaan media ini  tanggal 7 September  2026,  bahwa  dilakukan Mutual Check ( MC ) 0   persen baru pelaksanaan pekerjaan , sementara pekerjaan  sudah dilaksanakan sejak bulan September 2025,   adanya  pekerjaan pembongkaran  lokasi baru sampai  pemasangan tiang pancang di bulan September  2025, bahkan  bulan oktober , november dan desember 2025  tidak ada Kegiatan pekerjaan.

 

Ironisnya,  di bulan Oktober, November dan Desember tahun 2025, tidak ada kegiatan pembangunan. Dari sisi bisnis adanya kolusi antara  kontraktor dan  Satker serta  PPK BPJN Maluku  pada pembangunan jembatan tersebut, ini sengaja dibiarkan,  karena  tidak ada aktivitas  pekerjaan  di lokasi  pembangun  jembatan  tersebut hingga akhir Desember 2025

 

Bukan hanya itu, Abdul  Payapo mengatakan adanya  penyesuaian geometrik jalan  untuk meningkatkan aspek keselamatan, kenyamanan dan kelancaran lalulintas  pada jalan, ini nyata berbohong, sebab  jembatan lama pada  ruas jalan trans seram  Waisarisa sampai saat ini masih digunakan oleh masyarakat, baik kendaraan roda dua sampai roda 12   masih melewati jembatan tersebut, aman,  nyaman  dan lancar, tidak ada masalah

 

Payapo jangan  merekayasa  dan menipu pak Menteri Pekerjaan Umum dan masyarakat,  pembangunan jembatan  waiparang dengan konstruksi rangka baja  tidak ada air yang mengalir, dengan menelan  anggaran Rp 14, 9 miliar,  ini sangat merugikan  keuangan  negara

Kenapa tidak renovasi jembatan lama untuk efisiensi anggaran negara melalui   Kementerian PU  dalam membuat program dan kegiatan  anggaran tersebut

 

Kalau  Abdul Payapo mengatakan  bahwa , penyesuaian geometrik jalan untuk meningkatkan aspek keselamatan, kenyamanan dan kelancaran lalulintas, kenapa tidak  melakukan renovasi jembatan lama, untuk efisiensi anggaran  

Jembatan lama ,  selama ini masih digunakan oleh masyarakat dengan menggunakan kendaraan, baik kendaraan roda dua sampai kendaraan besar jenis tronton  roda 12 dengan beban  muatan eksafator, tidak merobohkan jembatan tersebut, dan   jangan menipu pemerintah negara untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu

 

Abdul  Payapo sebagai ASN harus bersikap jujur kepada pemerintah negara dalam hal ini Kementerian PU, supaya anggaran puluhan miliar  tersebut dikembalikan ke negara

 

KONTRAKTOR PELAKSANA  PATRIK

Kontraktor pelaksana pembangunan jembatan Waparang,  Patrik Tanuwijaya memberikan keterangan bohong untuk melindungi  Satker BPJN  Maluku, Abdul Payapo  terkait dugaan “ Pencurian “ uang negara miliaran rupiah pada pembangunan jembatan  waparang di desa Waisarisa, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku

 

Patrik  ikut berbohong   memberikan penjelasan bahwa terjadi korban pada  titik pembangunan jembatan  waiparang  pada ruas jalan tersebut, ini pernyataan rekayasa untuk  mendukung  Satker dan PPK guna membohongi  kementerian PU dan masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat , Provinsi Maluku

 

Bukan saja itu, Patrik menjelaskan ada pekerjaan pengaspalan jalan  yang tidak ada dalam kontrak , tapi dikerjakan tanpa pembayaran oleh  BPJN, ini pernyataan yang nyata berbohong.

 

Kok  ada  kontraktor yang  bekerja tanpa dibayar oleh pemerintah negara, ini perlu ditelusuri hingga proses hukum, supaya semua  bisa terungkap secara terbuka

Pernyataan Patrik bisa menimbul persoalan baru yang biasanya dilakukan  Patrik , apabila  ditelusuri akan merugikan keuangan negara, sehingga  anggaran tersebut ketika diaudit oleh BPK maupun  BPKP, anggaran  puluhan miliar tersebut akan dikembalikan ke kas negara

 

Pekerjaan pembangunan jembatan  Waparang adanya dugaan “pencurian uang" negara sudah terbuka, halmana   jembatan lama tidak direnovasi,  kok dibangun jembatan rangka baja  dipegunungan yang tidak ada air yang mengalir

 

Pekerjaan pembangunan jembatan waparang pada ruas jalan trans seram di Desa Waisarisa, kuat dugaan terjadi kerugian negara  puluhan miliaran rupiah perlu ditelusuri dan diaudit BPK dan  BPKP untuk memastikan kerugian keuangan negara  guna  diproses hukum sesuai ketentuan atau peraturan yang berlaku. (TNN)